telah kita ketahui bersama bahwa
kerajaan wahabi saudi arabiya merdeka
setelah mengalahkan dominasi khalifah
turki otoman di timur tengah dengan
bantuan imperialis inggris dan
pengusaha yahudi. Dimana senjata dan
pelatihan militer berasal dari inggris
dan biaya perang berasal dari
pengusaha yahudi dan semua bentuk
bantuan itu tidak didapat dengan gratis
yaitu tanah palestina sebagai
imbalannya.
Sebuah dokumen kuno
mengungkapkan bagaimana Sultan
Abdul Aziz, pendiri Arab Saudi
meyakinkan Inggris untuk
menciptakan sebuah negara Yahudi
di tanah Palestina, sebuah laporan
berita mengatakan.
Dokumen, mengekspos komitmen
mendalam dari Raja Saudi pertama
dengan Inggris dan memberikan
jaminan kepada pemerintah Inggris
untuk memberikan Palestina kepada
Yahudi.
Dokumen kontroversial, yang
ditulis sebagai pemberitahuan
untuk kemudian didelegasikan
kepada Mayor Inggris Jenderal Sir
Percy Cox Zachariah, merupakan
bukti lain dari pendekatan
bermusuhan keluarga kerajaan
Saudi untuk bangsa Palestina.
“Saya Sultan Abdul Aziz bin Abdul
Rahman Al Saud al-Faisal dan Saya
mengalah dan mengakui seribu kali
untuk Sir Percy Cox, utusan
Inggris, bahwa saya tidak keberatan
untuk memberikan Palestina kepada
Yahudi miskin atau bahkan untuk
non- Yahudi, dan saya tidak akan
pernah melanggar perintah
Inggris,” tulis isi dokumen kuno
yang konon ditandatangani oleh
Raja Abdul Aziz tersebut.
Catatan ini juga mengekspos
bagaimana kerajaan Saudi
menunjukkan kesetiaannya kepada
pemerintah Inggris.
Inggris menggunakan atase penting
mereka untuk Arab Saudi pada
tahun 1930, kedua negara pada
masa itu saling berhubungan erat.
Kekuasaan keluarga Al Saud
menambahkan pentingnya Arab
Saudi untuk Inggris, sebagaimana
Inggris percaya kepada Ibnu Suud
bisa sangat mempengaruhi negara-negara Arab.
bahkan
ulama bayaran kerajaan salafy palsu ini mendukung politik rajanya,
seperti syeih albani yang mengkafir kafirkan warga palestina yang tak
mau pindah dari tanah kelahirannya dan meninggalkan masjidil aqsa,
berikut fatwa syeih albani si muhadis palsu
abad ini." bagi Warga muslim Palestina harus meninggalkan negerinya ke
negara lain. Semua org yg masih bertahan di Palestina adalah KAFIR ”.
sumber : (Majallah Al-liwa' al Urduniyah hal 16 Hari Rabu tgl 7 bulan 7
th 1993 M) juga bisa dilihat pada : (Fatwa-Fatwa Albani dihimpun oleh
Ukasyah Abd al-Manan, hal.18)
bahkan
pejuang palestina difitnah sesat oleh mufti kerajaan salafy palsu ini,
berikut fatwa ulama saudi ( wahabi) Syaikh Muqbil menjawab dalam
Tuhfatul Mujiib 145), perihal Hamas, maka (Hamas) ini merupakan suatu
Hizbi/ Kelompok. Mereka tidak memerintahkan
kebajikan dan mereka tidak mencegah dari kemungkaran. Justru mereka
menyalahkan dan menghalangi wahabi. Dan jika mereka menerima bantuan
atau pertolongan, maka sungguh akan melakukan seperti yang dilakukan
dalam Afghanistan (atas wahabi), dengan masing-masingnya memutar senjata
mesin dan meriam mereka (Hamas) menyerang pada yang lain (wahabi).
sumber fatwa dari situs salafy or id ( situs wahabi )
bahkan
mereka melarang demo dukung perjuangan palestina, Syekh Shaleh
Al-Luhaidan yang berfatwa bahwa demo menentang pembantaian zionis Israel
atas bangsa Palestina sebagai “Fasad fi al-Ardhi” - kerusakan di muka
bumi- Fatwa tersebut keluar dari mulut Syekh
Shaleh bin Muhammad Al Luhaidan (Kepala Dewan Pengadilan Tertinggi –
Saudi Arabia), Sebagaimana diberitakan -ISLAM ONLINE- Al Luhaidan,
mengatakan bahwa demonstrasi yang terjadi di jalanan negara Arab
menentang kebiadaban Zionis Israel dan membela warga Gaza termasuk
membuat “Fasad Fi Al- ArdHi” atau kerusakan di muka bumi, tidak ada
kebaikannya dan perbuatan yang melalaikan manusia dari mengingat Allah.
Ia menambahkan bahwa pelaku demonstrasi adalah orang-orang yang tak
berakal.
KETERANGAN :FOTO DOKUMEN PENYERAHAN TANAH PSALESTINA KE ISRAEL
dan
lucunya lagi syeih bin bazz ulama agung saudi ini memilih berdamai dan
mengakui kedaulatan israel tanpa mengindahkan warga palestina yang
terjajah dan terdzolimi sehingga fatwa ini didukung PM israel, Shimon
Perez terang-terangan mendukung Ibn Baz (syekhnya
golongan Wahabiyah) dalam statemennya yang mengajak perdamaian dengan
Yahudi. Ini adalah teks fatwa Ibn Baz setelah ditanya tentang bolehnya
berdamai dengan Yahudi. Ibn Baz mengatakan: “Diperbolehkan melakukan
perdamaian dengan musuh secara mutlak atau bersyarat jika khalifah
melihat adanya maslahah dalam hal itu, Ibn al Qayyim dan juga gurunya
Ibn Taimiyah telah panjang lebar menjelaskan tentang hal itu. Dan kami
memberi nasehat kepada rakyat Palestina seluruhnya untuk bersepakat
berdamai”. Dari majalah Ruz al Yusuf al Mishriyah tanggal 26/12/1994
edisi 3472 h. 21 mengutip dari fatwa Ibn Baz tanggal 27/6/1415 disertai
lampiran naskah fatwa Ibn Baz. Fatwa ini juga disebutkan dalam koran as
Safir 23/12/1994, majalah at Tamadun hari Rabu 11/1/1995 dan majalah
ilal Amam tanggal 3-10/2/1995.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar